TIK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DENGAN KELOMPOK SASARAN
PENGGUNAAN
TIK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI
DENGAN KELOMPOK SASARAN
Disusun Oleh:
NUR AGI BRILLIANTI
(19005033)
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Indonesia merupakan salah
satu negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia. Luasnya daerah dan
terdiri dari berbagai etnis, dan budaya membuat Indonesia memerlukan TIK
sebagai sarana mempersatukan keragaman tersebut. Oleh karena itu peran penting
TIK adalah untuk mengumpulkan, mengelola, menyimpan, menyelidiki, membuktikan
dan menyebarkan informasi penting secara efektif dan efisien agar tumbuh jiwa
nasionalisme dalam suatu bangsa.
Berkembangnya kemajuan Teknologi Informasi dan
komunikasi (TIK) dewasa ini telah memberi pengaruh besar dalam seluruh aspek
kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Pengembangan dan pemanfaatan TIK dalam
dunia pendidikan dapat menjadikan reformasi sistem pendidikan menjadi lebih
baik. Beragam kemampuan TIK yang luar biasa sudah seharusnya dimanfaatkan dalam
dunia pendidikan.
Penggunaan TIK sebagai
sarana komunikasi dengan kelompok sasaran terdiri dari 3 bidang kelompok,
ketiga bidang kelompok tersebut yaitu:
1. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran
Program Pelatihan
Pelatihan adalah bagian dari
pendidikan yang menyangkut proses belajar untuk memperoleh meningkatkan
keterampilan diluar sitem pendidikan yang berlaku dalam waktu yang relatif
singkat dan dengan menggunakan metode yang lebih mengutamakan praktik dari pada
teori. Program pelatihan merupakan program yang menekankan kepada keterampilan,
karena pelatihan adalah ke-giatan atau pekerjaan melatih untuk memperoleh
kemahiran atau kecakapan, pelatihan berkaitan dengan pekerjaan.
Oleh karna itu, sangat
memungkinkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam program
pelatihan ini, karena dengan adanya TIK maka proses pembelajarannya akan lebih
mudah. Misalnya: di sebuah desa, ada beberapa warga yang mengikuti pelatihan
menjahit. Di sana cara menangkap ilmu pengetahuan berbeda beda. Dengan
demikian, pelatih menggunakan video yang ditayangkan melalui infocus , yang
mana video tersebut telah di download terlebih dahulu di youtube dan
membagikannya lagi kewarga belajar. Dengan begitu warga yang mengikuti
pelatihan tersebut bisa belajar juga di rumah tanpa adanya pelatih.
Jadi, pelatih tidak hanya
membelajarkan peserta pelatihannya secara langsung atau tatap muka, namun
peserta juga bisa belajar di rumah. Dengan bantuan TIK maka proses pembelajaran
akan lebih mudah dan tidak memakan waktu lama, untuk mencari tahu informasi
apapun warga belajar bisa mengakses informasi yang dibutuhkan melalui
pemanfaatan dari TIK.
2. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran
Program Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat
adalah suatu proses untuk meningkatkan kemampuan atau kapasitas masyarakat
dalam memamfaatkan sumber daya yang dimiliki, baik itu sumber daya manusia
(SDM) maupun sumber daya alam (SDA) yang tersedia dilingkungannya agar dapat
meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Namun upaya yang dilakukan tidak hanya
sebatas untuk meningkatkan kemampuan atau kapasitas dari masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi juga untuk membangun jiwa kemandirian
masyarakat agar berkembang dan mempunyai motivasi yang kuat dalam
berpartisipasi dalam proses pemberdayaan.
Dalam hal ini, kita bisa
menggunakan TIK untuk menambah ilmu pengetahuan seperti : mencari informasi
tentang apa yang kita butuhkan. Dengan menggunakan TIK misalnya melalui google
maka sedikit tidaknya kita akan mendapatkan informasi, dengan itu kita bisa
membandingkan juga dengan buku yang telah kita pelajari sebelunya, dari situ
kita bisa menyimpulkan dari yang kita peroleh tersebut.
Dalam menunjang pemberdayaan masyarakat
melalui teknologi informasi dan komunikasi, pemerintah melalui kementerian komunikasi
dan informasi mempunyai visi adalah terwujudnya Indonesia informatif menuju
masyarakat sejahtera melalui pembangunan komunikasi dan informasi
berkelanjutan, yang merakyat dan ramah lingkungan dalam kerangka Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, di era otonomi yang sedang bergulir
desa dituntut untuk semakin demokratis dan mandiri. Pemerintah desa harus sudah
mulai menjalankan pemerintahannya secara baik, semakin akuntabel, transparan,
dan bertanggung jawab.
3. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran
Program Penyuluhan dan/ atau Iklan Layanan Masyarakat
Penyuluhan maksudnya ialah
memberikan arahan kepada seorang atau sekelompok orang dengan cara mendekatinya
terlebih dahulu dan mengetahui masalah yang dialami oleh orang tersebut
terlebih dalulu. Namun sekarang dunia sudah canggih, tidak perlu bertemu
langsung untuk melakukan penyuluhan. Kita bisa memberikan informasi secara
langsung tanpa harus tatap muka. Misalnya dalam progaram gizi buruk , kita bisa
memberikan sesuatu seperti sejenis iklan tentang gizi buruk melalui internet,
yang mana nanti akan dibaca oleh masyarakat. Dengan ini akan lebih memudahkan
peyuluh dan tidak perlu mendatangi satu persatu warga belajar untuk melakukan
penyuluhan. Untuk dapat mendapatkan hasil yang optimal dalam pemanfaatan
Teknologi informasi dan komunikasi di masyarakat pedesaan diperlukan strategi
yang tepat dalam merencanakan pembangunan didaerah. Tiap wacana yang
menggunakan TIK dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa
mensyaratkan para perencana pengembangan TIK untuk dapat mendefinisikan unsur-unsur
penunjang yang esensial untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Harus diakui bahwa
Implementasi TIK akan dapat membawa dinamika tersendiri seperti mengubah
dinamika permasalahan, misalnya, dapat saja diperoleh hasil yang tidak pernah
diharapkan, tetapi ternyata justru lebih baik daripada yang diharapkan. Hal itu
terjadi saat masyarakat menerapkan teknologi sesuai kebutuhannya sendiri, yang
mungkin tidak direncanakan oleh perencana pembangunan. Hal seperti itu justru
baik, menandakan keberhasilan intervensi dalam menanggapi kebutuhan sosial.
Dengan demikian implementasi
TIK di pedesaan harus dapat memperhatikan dan menghasilkan hal-hal sebagai berikut:
a.
Mendorong Terciptakan Usaha Makro. Implementasi Teknologi Informasi dan
Komunikasi harus dapat berdampak pada strategi kehidupan para pengusaha kecil
dan pengusaha lokal dipedesaan dalam memperoleh modal.
b.
Menunjang dan Meningkatkan Usaha Pertanian Teknologi informasi dan
komunikasi harus dapat memberikan informasi yang berharga kepada para petani
dalam bentuk pemeliharaan tanaman dan hewan, pemberian pupuk dan pakan hewan,
pengurangan dampak kemarau, pemberantasan hama, irigasi, ramalan cuaca, sumber
benih, dan harga pasaran. Kegunaan TIK juga menguntungkan para petani dalam hal
memungkinkan mereka ikut serta dalam kegiatan advokasi dan kooperasi.
c.
Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Pendidikan Pertumbuhan pembelajaran
jarak jauh dipicu oleh kebutuhan masyarakat pedesaan untuk merapatkan
kesenjangan pendidikan terhadap daerah perkotaan. Implementasi pembelajaran
jarak jauh merupakan suatu cara untuk dapat menyekolahkan anak dalam jumlah
yang lebih banyak, tetapi dengan biaya yang lebih sedikit. UNESCO dan Bank
Dunia melaporkan bahwa di 10 lembaga pendidikan jarak jauh di dunia kebanyakan
berada di Dunia Ketiga rata-rata biaya sekolah tiap anak hanyalah sepertiga
dari biaya sekolah biasa di negara yang sama. Pembelajaran jarak jauh tampaknya
menjadi perintis bagi e-learning, tetapi keduanya tidaklah sama, dan transisi
dari bentuk yang pertama kebentuk yang berikutnya cukup menantang. Antusias me
awal yang menyambut gagasan universitas maya (virtual universitas) tidak
diikuti langkah perintisannya, tetapi program-program terakreditasi yang
sepenuhnya dapat diikuti melalui jaringan internet tetap ada dan bertambah
dengan cepat.
d.
Meningkatkan Layanan Kesehatan Terdapat banyak cara menerapkan TIK untuk
memperoleh hasil yang diinginkan dibidang kesehatan. TIK digunakan di
negara-negara berkembang untuk memfasilitasi konsultasi,diagnosis, dan
pengobatan jarak jauh. Para dokter di tempat-tempat terpencil dapat
memanfaatkan TIK untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman profesional
sejawatnya di lembaga rujukan di perkotaan. Pekerja-pekerja kesehatan di negara
berkembang mengakses pelatihan medis yang relevan melalui mekanis yang
dimungkinkan oleh TIK. Internet juga dapat digunakan untuk memperbaiki upaya
pencegahan penyakit dengan memfasilitasi mekanis mepemantauan dan respons yang
lebih efektif.
e.
Mengembangkan Kemampuan dan Potensi di Pedesaan. Pengembangan kemampuan
biasanya berkaitan dengan pembinaan keterampilan dan kemampuan dasar organisasi
(atau individu) untuk membantu masyarakat mencapai tujuan pembangunan. Definisi
tersebut sangat sesuai dengan konteks TIK karena mengasumsikan pengetahuan yang
menyadari adanya tujuan pembangunan, tanpa kesadaran itu TIK tidak dapat
berbuat banyak. Skenario yang paling mungkin untuk kalangan masyarakat pedesaan
begitu adalah meneruskan bantuan dari organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga
yang telah menggunakan TIK dan yang program-program lembaga tersebut yang
memang membidik dan berinteraksi dengan kalangan tersebut sebagai lembaga
penerima.
Jadi dapat penulis simpulkan
bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi sangat berguna dalam dunia pendidikan.
Dengan adanya TIK maka dapat memudahkan setiap orang dalam memperoleh informasi
dan dalam berkomunikasi. Penggunaan TIK sebagai sarana komunikasi dengan kelompok
sasaran terdiri dari tiga bidang yaitu dalam pembelajaran program pelatihan, TIK
akan lebih mudah dan tidak memakan waktu lama, untuk mencari tahu informasi
apapun warga belajar bisa mengakses informasi yang dibutuhkan melalui
pemanfaatan dari TIK. Dalam pembelajaran program pemberdayaan masyarakat, TIK untuk
meningkatkan kemampuan atau kapasitas dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Dan dalam Pembelajaran Program Penyuluhan dan/ atau Iklan Layanan
Masyarakat TIK untuk dapat mendefinisikan unsur-unsur penunjang yang esensial
untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Sekian materi tentang Penggunaan
TIK sebagai sarana komunikasi dengan kelompok sasaran pada kesempatan ini,
semoga dapat bermanfaat dan dapat menambah ilmu dan pengetahuan bagi pembaca.
Sekian TerimakasihJ
DAFTAR
PUSTAKA
Djauhari,
Marhum. 2008. Peranan Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) Dalam Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan.
Jurnal Buletin Pos dan Komunikasi, Volume. 6 No. 1 Maret 2008
Hanum,
Fathia Fairuza, & Suprayekti. (2019). Penerapan Teknologi Pendidikan di
Lembaga Pendidikan Non Formal. Jurnal Ilmiah VISI PGTK PAUD dan Dikmas.
14(1):1-16
Rustam, K.R
2011. Pembelajaran Berbasis TIK.
Jakarta:Raja Grafindo Persada.
https://netri938821284.wordpress.com/2018/02/21/tik-sebagai-sarana-komunikasi-dengan-kelompok-sasaran/
(Diakses pada tanggal 4 september)
https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/58721/Arif%20Eka%20Sulthany.pdf?sequence=1&isAllowed=y
(Diakses pada tanggal 4 september)

Sangat bermanfaat penulis terima kasih๐๐๐๐
BalasHapusMantap penulis
BalasHapusTerimakasih atas ilmunya ๐
BalasHapusSangat Sangat bermanfaat ilmunya๐๐
BalasHapusMantap
BalasHapusSangat Bagus๐๐๐๐๐๐
BalasHapusTerima kasih penulis
BalasHapusTerimakasih atas ilmunya, sangat bermanfaat , semangat penulis✨
BalasHapusTerimakasih ilmunya
BalasHapusSemangat anti
BalasHapusSemangat penulis
BalasHapusKereenn
BalasHapusBarakallah
BalasHapusGood
BalasHapusTerimakasih ilmunya.Good job penulis ๐ฅฐ
BalasHapusMantapppp ..
BalasHapusGood job ✨
BalasHapusSemangattt cantik❤
BalasHapusTerimakasih ilmunya penulis
BalasHapusFighting siss ❤❤❤
BalasHapusSemangat terus rek.
BalasHapusKereen๐
BalasHapusMkasih ilmunya penulis
BalasHapusSemangat penulis
BalasHapusSemangat
BalasHapusKrennn๐
BalasHapusMantaap
BalasHapusMantappp๐๐ป
BalasHapusBagus penulis✨
BalasHapus๐๐๐
BalasHapusKerenn ๐ dan Sangat bermanfaat ilmunya.
BalasHapusKerenn
BalasHapusGood๐๐ผ
BalasHapusVery good dan tetap semangat. Di tunggu artikel terbaru nya๐
BalasHapus